St. Amaliah ( Mahasiswa Pendidikan Matematika FKIP Unismuh Makassar)

Matematika adalah salah satu ilmu perhitungan dalam  dunia pendidikan. Matematika merupakan sarana berpikir ilmiah yang sangat mendukung dalam mengkaji ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu, matematika juga mampu mengembangkan kemampuan penalaran, kemampuan untuk memecahkan masalah, serta kemampuan berpikir secara logis, kritis, dan abstrak.

Sains berasal dari kata “science” (bahasa inggris) yang berarti “pengetahuan”. Sains adalah usaha manusia untuk memperoleh pengetahuan yang sistematis mengenai alam semesta dengan menggunakan metode ilmiah melalui penelitian. Sains merupakan ilmu pengetahuan yang membahas tentang gejala-gejala alam yang bersifat konkret atau berdasarkan pengalaman-pengalaman empiris (terutama diperoleh dari percobaan dan pengamatan yang telah dilakukan). Untuk itu, sains perlu menggunakan model matematika dalam menyajikan hasil analisis. Model matematika tersebut dapat berupa tabel, grafik, diagram, bentuk persen (%), dan sebagainya.

Antara matematika dan sains, dua ilmu ini memiliki hubungan atau keterkaitan satu sama lain. Keterkaitan ini baik berupa bahasa maupun perhitungan. Matematika tidak dapat berkembang tanpa adanya sains. Begitu pun sebaliknya, sains tidak dapat berkembang tanpa adanya matematika, karena pada dasarnya konsep-konsep pada sains menggunakan matematika. Dalam matematika, kita mengenal berbagai macam symbol yang dapat digunakan untuk membahasan konsep-konsep sains. Contohnya pada penelitian terhadap salah satu objek alam. Untuk dapat menguraikan hasil penelitian tersebut, diperlukan beberapa symbol matematika seperti bentuk persen (%) untuk menyatakan perbandingan-perbandingan terhadap objek alam yang telah diteliti. Contoh lainnya adalah ketika seseorang melakukan pengukuran terhadap luas tanah yang dimilikinya. Mereka perlu menggunakan angka-angka dan satuan luas untuk menguraikan hasil pengukurannya.

Dalam perkembangan matematika dan sains, keduas ilmu ini saling mendukung. Matematika telah menyediakan bagaimana cara berfikir sistematis dan logis dalam observasi dan analisis data, serta sistematis dan konsisten dalam mengambil keputusan/kesimpulan. Hal inilah yang diperlukan dalam perkembangan sains. Pendorong untuk berkembangnya matematika adalah masalah dan sains. Tidak semua masalah dapat dikatakan tidak baik, masalah yang dimaksud disini adalah masalah yang baik dan dapat mendorong matematika untuk berkembang. Masalah tersebut yaitu karena sains hanya mengacu pada metode induksi saja. Oleh karena itu, dengan berkembangnya matematika, seorang ahli matematika yakni Erathotenes (240 SM) pada zaman Yunani dapat menghitung keliling bumi dengan menggunakan metode gabungan antara induksi dan deduksi matematika.

Baca Juga :  FUNGSI PENDIDIKAN MASA PANDEMI COVID-19

Banyaknya persoalan yang memerlukan kemampuan menghitung dan mengukur, tentu memerlukan ilmu matematika dalam menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *