Rismawati  ( Mahasiswa Pendidikan Matematika  FKIP Unismuh Makassar)

Kemampuan berpikir kritis merupakan proses kompleks yang melibatkan penerimaan dan penguasaan data, analisis dan evaluasi, serta membuat seleksi yang bertujuan untuk mencapai penilian yang kritis terhadap apa yang kita terima atau apa yang akan kita lakukan dengan alasan yang logis. Pemecahan masalah soal matematika meliputi kemampuan mengidentifikasi masalah, merumuskan masalah dalam model matematika, memilih pendekatan dan menyelesaikan masalah. Matematika adalah ilmu tentang kuantitas, struktur, ruang dan perubahan. Matematika  adalah bahasa fungsi praktis simbolis untuk mengekspresikan hubungan kuantitatif dan spasi sementara fungsi teoritis adalah untuk memfasilitasi berpikir (Abdurrahman 2002).

Berpikir kritis sangat penting, di mana dalam setiap keputusan membutuhkan pikiran untuk menyelesaikan masalah. Dalam mempelajari sesuatu untuk memecahkan masalah, siswa perlu solusi dalam berpikir. Misalnya dalam pembelajaran matematika menemukan sebuah soal yang sukar untuk dikerjakan, siswa hanya dituntut untuk mengerjakan dengan singkat dan tepat. Namun siswa kadang tidak suka dengan pembelajaran matematika itu sering sekali saya dengar. Katanya matematika itu rumit dan susah. Padahal matematika mengajarkan kita untuk berpikir kritis , dan mengasah otak kita dalam memecahkan masalah dengan tepat.  semakin hari pembelajaran matematika peminatnya semakin menurun, itu terjadi karena sekarang siswa lebih memilih pembelajaran yang tidak menantang. Jika dipikir pembelajaran matematika sangat dibutuhkan di zaman sekarang. Di dalam matematika kita tidak hanya diajarkan tentang perhitungan, melainkan kita juga di ajarkan untuk berpikir dalam menyelesaikan masalah yang tepat.

Oleh karena itu berpikir kritis dan pemecahan masalah sangat erat. Apalagi didalam pembelajaran matematika. Pikiran dan otak kita diasah untuk dapat memecahkan masalah yang simple dan tepat. Pembelajaran  Matematika tidak sama sekali menyulitkan siswa tetapi matematika adalah tempat siswa belajar dalam memecahkan masalah. Sementara sebaliknya, aktivitas pemecahan masalah menyediakan situasi problemtic yang menjadi pemicu berkembangnya potensi berpikir kritis. Keterkaitan demikian perlu dieskplorasi sebagai dasar untuk mengembangkan kedua kemampuan tersebut. Dari kemampuan pemecahan masalah maka dapat dijadikan sebagai indikator kemampuan berpikir krits.

Baca Juga :  Pentingnya Pendidikan Karakter Bagi Siswa Sekolah Dasar

Pemecahan masalah mempunyai keutamaan tertentu dalam belajar matematika. Tujuan utama dalam belajar matematika adalah untuk mengembangkan kemampuan memcahkan berbagai jenis masalah matematika yang kompleks secara luas. Matematika juga mempunyai banyak aplikasi yang sering mempresentasikan masalah-masalah penting dalam berbagai bidang dan juga untuk mengembangkan seni pemecahan masalah.

Berpikir kritis dapat dikembangkan melalui pembelajaran dikelas khususnya dalam pembelajaran matematika. Dikelas adalah tempat kita mengeluarkan ide atau tempat curhat kita. Karna dikelas kita bisa berbagi ilmu kepada teman atau kita dapat menambahkan ilmu. Apalagi dalam pembelajaran matematika. Matematika sering kali dikatakan adalah pembelajaran yang sulit. Sebenarnya tidak, selagi kita mau belajar maka kita sendiri yang akan mendapat ilmunya apalagi kalau kita mau belajar yang sulit maka kita sendiri yang akan mendapatkan pengalaman atau dapat mengembangkan potensi sendiri.  Berpikir kritis dalam pembelajaran matematika melatih siswa  untuk berpartisipasi secara aktif untuk memperoleh dan merasakan pengalaman-pengalaman yang bermakna dalam proses pembelajaran. Jika siswa sudah terbiasa menghadapi tantangan dan memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah, maka tercipta sumber daya manusia yang berkulitas.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *