Cangadi, 15 Agustus 2020 (Pembawa Materi Menggunakan Protocol Kesehatan )

Dengan tetap menjaga protocol Covid 19, UPTD SPF SMP Negeri 1 Liliriaja Kabupaten Soppeng melakukan kegiatan kerjasama dengan mitranya,  Prodi Pendidikan Matematika FKIP, Universitas Muhammadiyah Makassar.  Acara dilaksanakan dua hari sebelum 17 Agustus 2020, tepatnya hari Sabtu, 15 Agustus 2020 di ruang  IT  dengan tema PKM berbantuan penyusunan penilaian berbasis konteks bagi guru.  Acara dibuka oleh kepala sekolah H. Sukarding, S.Pd, M.Si mengharapkan acara tersebut dapat dilakukan lagi di lain waktu agar kesinambungan kegiatan dapat  terus ditingkatkan baik pada penilaian domain  kognitif (paddiesengeeng), afektif (ampe-ampe madeceng), dan psikomotorik (alekuang).

Tampil dalam pembawa materi DR. Drs Rukli, M.Pd., M.Cs. mengatakan bahwa  kegiatan berbantuan saat  ini dengan  tema yang diangkat sesuai kurikulum khusus yang dicanangkan Pak Menteri  Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim  tertanggal 5 Agustus 2020 tentang pembelajaran daring saat pendemi dan penilaiannya berbasis konteks. Penilaian konteks sesuai keadaan peserta didik saat ini.  Pembelajaran daring  sangat dibutuhkan penilaian berbasis konteks  pada tiga domain. Penilaian tersebut  yakni domain afektif mengacu pada KI_1 dan KI _2 (Kompetensi inti 1 dan 2), domain kognitif KI_3 mengacu pada domain pengetahuan, sedangkan domain keterampilan mengacu KI_4,  kata alumni  program Magister Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, UNY tahun 1998.

Lebih lanjut, alumni program Doktor pada prodi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan UNY, Yogykarta tahun 2012 mengatakan bahwa ketiga kompetensi perlu diwadani  oleh setiap guru. Guru perlu mengetahui dan memahami,  bahkan perlu mempratekkan dalam dalam kehidupan ekosistem sekolah walaupun pembelajaran dilakukan secara daring.  Tes, skala, lembar observasi, dan informasi lain terkait dengan peserta didik perlu dipadukan agar informasi kemampuan peserta didik dapat dinilai secara adil, objektif, dan kekinian, dan relevan untuk disampaikan kepada user guru, orang tua,  dan siswa dan stakeholder lainnya.

Baca Juga :  Korelasi sains dan matematika di era globalisasi

Hadir dalam acara  tersebut kepala sekolah dan para guru SMPN 1 Liliraja Kabupaten Soppeng menggunakan tiga tahap. Acara dimulai dengan pemberian  kuis dua kali secara online untuk mengetahui kemampuan awal peserta dan kemampuan akhir setelah acara untuk mengkaji  kemajuan pengetahuan  peserta selesai, ujar alumni  Ilmu Komputer UGM, 2010.

Kegiatan Peserta Saat Membuat Instrumen Penilaian

Para peserta mengikuti dengan antusias setiap tahapan. Tahapan pertama, mengkaji penilaian afektif berbasis konteks dimana penilaian dilakukan secara indirect  teaching oleh guru dengan memperhatikan lingkungan siswa.  Tahapan kedua, mengkaji penilaia kognitif berbasis konteks dengan penekanan pada stem dan option agar berfungsi secara efektif.  Tahap terakhir dilakukan setelah ishoma tentang penilaian psikomotorik   berbasis konteks. Penekanan dilakukan pada indicator dan deskripsi serta penskoran konteks agar keterampilan peserta didik dinilai lebih akurat dan adil, ujar tamatan alumni Pendidikan Matematika, IKIP Makassar, 1992 tersebut.

Acara Poto Bersama Setelah Acara Selesai

Acara ditutup oleh moderator Akmal, S.Pd., MM. dengan beberapa catatan bahwa perbantuan ini sangat bermanfaat bagi guru bukan hanya pengetahuan tapi juga praktek langsung cara pembuatan penilaian konteks pada tiga domain sehingga guru bukan hanya menerima materi teori namun langsung praktek membuat alat penilaian pada domain afektif, kognitif, dan psikomotorik.  Semoga acara tersebut dapat dilakukan lagi, ujarnya

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *