Muh. Erwinto Imran, M.Pd (Ketua IA Education Pusat)

Pada Abad 21 saat ini terjadi perubahan yang sangat cepat,  hampir disemua sektor mengalami perubahan secara besar-besaran. Hal ini juga memberi dampak yang signifikan dengan kebutuhan sumber daya manusia di dunia. Terjadinya keterbukaan informasi dan kemajuan teknologi membuat seluruh negara-negara di dunia membuat kebijakan baru sesuai dengan kondisi global. Hal ini juga berdampak pada dunia pendidikan yang mengharuskan pergeseran tujuan pendidikan dalam membekali anak berbagai keterampilan yang dibutuhkan saat ini.

Tenaga pendidik khusunya guru memiliki peran yang sangat besar dalam membekali anak berbagai keterampilan yang dapat membantu anak dalam mengembankan bakat mereka. Hal ini senada dengan Gardner yang mengatakan bahwa pendidikan merupakan jalan bagi anak agar dapat menemukan kompetensi yang sesuai dengan kemampuan dan bakatnya. Sikap dan perlakuan guru akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan intelektual anak. Perkembangan intelektual anak juga dipengaruhi oleh harapan dan keyakinan guru terhadap peserta didiknya di kelas. Anak akan menunjukkan sikap kepada orang lain seperti orang itu memperlakukannya. Hal ini akan menjadi salah satu  kunci guru untuk menghasilkan pencapaian prestasi yang baik ketika dapat mempercayai setiap anak terhadap kemampuannya.

Pendidikan memiliki peran untuk mengembangkan potensi yang dimiliki anak. Anak memiliki berbagai Potensi yang melekat sejak lahir, oleh sebab itu guru perlu memiliki kemampuan dalam mengenal, menganalisis serta mengoptimalkan sedemikian rupa sehingga anak mencapai tingkat kemampuan sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Selama ini, guru mendapatkan banyak pengetahuan tentang mendidik. Guru dibekali banyak pengetahuan tentang alat, metode, dan keterampilan mengajar tapi di sisi lain jarang mempertimbangkan potensi belajar setiap anak yang harus dikembangkan. Menurut Gardner ada berbagi bentuk kecerdasan anak yaitu: linguistik, logis-matematis, visual-spasial, kinestetik-tubuh, musikal, interpersonal, intrapersonal dan kecerdasan naturalis. Baik orang tua maupun guru harus mengetahui dan mnengenalinya sejak dini. Sebagai contoh, seorang siswa dapat memainkan alat musik dengan mudah tetapi dalam waktu yang bersamaan dapat juga menjalani kegiatan menggambar. Siswa yang lain mungkin menikmati aktifitas pembelajaran tentang praktek sains tetapi menghindari kesempatan untuk menggambar.

Baca Juga :  PENGAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS KARAKTER DI PERGURUAN TINGGI

Prestasi seorang anak tidak dapat dikaitkan dengan satu faktor, tetapi berbagai kecerdasan yang dikuasai anak akan dapat membantu mereka berprestasi diberbagai bidang yang berbada-beda. Guru harus mengetahui keterampilan dan bakat untuk dikembangkan dalam bentuk aktivitas pembelajaran. Pendidikan yang berorientasi pada pengembangan kecerdasan jamak memiliki peluang dalam mengembangkan potensi kecerdasan setiap anak. Oleh karena itu,  potensi yang dimiliki setiap anak perlu sebuah  pemantik  yang dilalakukan guru dalam proses pembelajaran untuk mengembangkan bakat dan minat mereka dalam belajar. Guru perlu sadar bahwa dalam ruang kelas bukan hanya mengajarkan tentang apa yang bermanfaat hari ini tetapi juga untuk masa-masa yang akan datang, dimana guru memiliki tanggung jawab membantu semua siswa mencapai masa depan yang cerah.

By Muhammad Erwinto Imran

Ketua Indonesia Approach Education

2 thoughts on “TANGGUNG JAWAB GURU DAN PENTINGNYA MENGENALI POTENSI ANAK SEJAK DINI”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *