Bandung Dialektika Klub (BDK) terbentuk pada 3 Maret 2019. Komunitas ini digagas oleh Muammar Abd. Halil, M.Pd, Hayat M. Ohorella, M.Hum, Dr. Ahsan Sofyan, Zulkifli, S.P, dan kawan-kawan sebagai wadah silaturahmi mahasiswa perantau senusantara yang melanjutkkan studi di Bandung. Dengan mengusung slogan “akal untuk kesehatan dan kemanfaatan” komunitas ini rutin melakukan diskusi tematik. Dalam diskusi diangkat berbagai permasalahan aktual  yang terjadi di masyarakat. BDK hadir sebagai wahana belajar bersama dengan prinsip “semua orang adalah guru dan semua tempat adalah sekolah”.

Masa pandemi Covid-19 tidak lantas memutus silahturrahmi anggota BDK. Berkenaan dengan Hari Lahir Pancasila 1 Juni, BDK menggagas Halal Bihalal dan Diskusi Tematik secara daring. Diskusi yang dilaksanakan pada tanggal 2 Juni 2020 ini mengusung tema “Refleksi Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara  Abad 21”. Diskusi yang dipandu oleh  Saidiman Dimas, M.Pd menghadirkan enam pemantik, yaitu Dr. Ahsan Sofyan, S.E., M.Pd. (Universitas Borneo Tarakan), Ernandia Pandikar, S.E., M.Pd. (STKIP Pasundan), Hayat Ohorella, M.Hum. (Universitas Muhammadiyah Sorong), Dr. Ahmal, M.Hum. (Universitas Riau), Abdul Azis, S.Pd., M.Pd. (Universitas Muhammadiyah Makassar), dan Dr. Rifat S. Anam, M.Pd. (STKIP Sebelas April Sumedang).

Abdul Azis, Dosen Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Makassar, sebagai salah seorang pemantik pada diskusi itu mengusung tema “Pengamalan Nilai-Nilai Pancasila di Masa Kenormalan Baru”. Azis, begitu dia biasa disapa, menekankan perlunya semakin meningkatkan keimanan dan ketaqwaan selama dan setelah pandemi, serta memperkuat semangat bergotong royong untuk mengembalikan kehidupan sosial ekonomi masyarakat menjadi lebih baik. Tidak cukup dengan meneriakkan “saya Pancasila”, tetapi yang terpenting adalah pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam keluarga, sekolah, masyarakat, serta kehidupan berbangsa dan bernegara.

Baca Juga :  PELATIHAN PENYUSUNAN BEST PRACTICE BAGI GURU

Sedangkan Muamar Abd. Halil, M.Pd sebagai Presiden BDK menyampaikan bahwa Diskusi ini diadakan untuk menyuarakan pesan Pancasila serta mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila sebagai Falsafah Negara. Setidaknya, Pancasila tidak harus dijadikan seperti bulan yang hanya menerangi di saat malam gelap tiba dan tidak harus dijadikan seperti matahari yang hanya menyinari di siang hari, tapi Pancasila harus dijadikan seperti udara yang siap di malam dan siang untuk napas Keumatan.”

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *