Muhammad Rifqi Mahmud (Dosen UIN SGD Bandung)

Kemampuan literasi merupakan sebagai ilmu dasar yang memegang peranan yang sangat penting dalam pengembangan keterampilan setiap individu. Oleh karena itu, literasi merupakan salah satu kemampuan yang mendapat perhatian cukup besar baik di Indonesia maupun negara-negara dunia. Mengingat pentingnya literasi, berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan khususnya membaca oleh berbagai pihak yang peduli kepada literasi anak di indonesia. Hal yang sangat penting dan harus dikembangkan sejak dini untuk meningkatkan berbagai kemampuan yang harus dimiliki oleh setiap anak yaitu kebiasaan untuk membaca.

Membaca akan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pemahaman. Anak yang memiliki pengetahuan dan kemampuan pemahaman yang baik akan lebih mudah melakukan berbagai aktivitas dalam kehidupan sehari-hri termasuk segala aktivitas dalam proses pembelajaran. Minat dan kebiasaan membaca perlu dipupuk, dibina dan dikembangkan sejak dini karena perkembangan seorang anak kemampuan anak tergantung pada pengalaman yang dilaluinya, dimana minat membaca mempengaruhi perilaku bacanya sepanjang hidupnya. Kemampuan pemahaman membaca dapat menjadi sarana untuk menumbuh kembangkan kemampuan berpikir sistematis, kreatif dan kritis. Salah satu upaya dalam membangkitkan minat baca anak yaitu melalui literasi membaca yang dilakukan dalam setiap pembelajaran di kelas.

Salah satu masalah yang mendapatkan perhatian khusus di Indonesia yaitu literasi. Beberapa tahun terakhir ini, Indonesia lebih cederung kurang kompetitif dalam hal literasi dibandingkan dibandingkan dengan negara-negara lain. Pada kenyataannyam berdasarkan hasil penelitian diantaranya PIRLS pada Tahun 2011 melakukan penelitian di 45 negara berkembang dan maju dalam bidang membaca pada siswa di dunia yang bekerjasama dengan The International Association for the Evaluation of Educational Achievement (IEA). Hasil dari penelitian tersebut, Indonesia mendapatkan peringkat ke 42 dari 45 negara. Sedangankan hasil penelitian mengenai kemampuan membaca yang dilakukan oleh Programme for International Student Assessment (PISA) pada Tahun 2018, Indonesia berada pada peringkat ke 74 dari 79 negara dengan skor rata-rata yautu 371 berada di bawah Panama dengan skor rata-rata 377 (Scheleicher, 2019). Rendahnya kemampuan literasi di Indonesia berdasarkan hasil penelitian PIRLS dan PISA dapat dijadikan rujukan untuk pengambilan kebijakan pendidikan Indonesia.

Baca Juga :  AKTUALISASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM KETAHANAN (RELISIENSI) GURU DAN KELUARGA DIMASA PANDEMI

Dalam berbagai masalah tertentu, kemampuan literasi mempunyai kaitan erat dalam memahami konsep pengetahuan dan mengaplikasikannya salah satunya kemampuan literasi membaca. Penggunaan beragam kemampuan literasi siswa akan memperkaya pengalaman belajar siswa. Oleh sebab itu, seorang guru harus menerapkan pembelajaran berbasis literasi di kelas terutama pada pendidikan di Madrasah Ibtidayyah (MI). Dalam penguasaan keterampilan literasi dituntut pengajaran yang berkwalitas dan semua perangkat pendidikan mendukung dalam menanamkan pendidikan dan keterampilan terutama kealian guru dalam mengembangkan keterampilan dalam diri seseorang. Jika kita berpikir bahwa pengalaman langsung memiliki besar pengaruh keyakinan , pelajar harus diberi lebih banyak kesempatan untuk melakukan beragam aktifitas literasi membaca di kelas.

Kemapuan Literasi merupakan kemampuan yang sangat penting dalam membelajarkan siswa untuk menjadi masyarakat yang produktif. Karena membaca adalah salah satu bentuk bahasa tulisan dengan kosakata yang banyak dan membutuhkan pemahaman akan apa yang dibaca. Hal ini sangat penting dimana pemebelajaran yang dilakukan di Madrasah Ibtidayyah menggunakan pendekatan tematik. Tematik terpadu merupakan proses mengintegrasikan dan menghubungkan beberapa elemen kurikulum dalam eksplorasi berkelanjutan dari berbagai aspek dari topik atau subjek. Pembelajaran tematik terpadu cocok untuk mengembangkan bakat peserta didik untuk menemukan makna pribadi dalam studi mereka dengan memungkinkan mereka untuk menghasilkan pengamatan sendiri, pertanyaan, dan investigasi mereka, dalam proses pembelajaran. Penerapan pendekatan tematik terpadu dalam pembelajaran di MI, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan literasi siswa yang hingga saat ini belum sesuai dengan harapan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *