Nindia Indah Sari (Mahasiswa S1 PGSD  Universitas Muhammadiyah Makassar)

Pandemi Covid-19 yang saat ini telah melanda lebih dari 200 negara dan wilayah diseluruh dunia termasuk Indonesia berdampak besar pada berbagai sektor, salah satunya pendidikan. Dunia pendidikan juga ikut merasakan dampaknya. Akibatnya para siswa diharuskan untuk belajar dari rumah atau study from home (SFH).

Dengan ditiadakannya pembelajaran tatap muka di area sekolah untuk sementara, para pendidik harus memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, meskipun peserta didik berada di rumah. Solusinya, pendidik dituntut mendesain media pembelajaran sebagai inovasi dengan memanfaatkan media daring (online).

Pembelajaran daring ini sangat membantu dunia pendidikan kita di saat pandemi ini. Akan tetapi, dengan hanya pemberian tugas dan catatan membuat siswa merasa bosan dengan situasi pembelajaran yang monoton. Hal ini yang membuat para pendidik harus memutar otak agar pembelajaran dapat berjalan efektif.

Solusi yang tepat adalah melalui pengembangan media pembelajaran berupa multimedia interaktif bermuatan game edukasi yang berisi materi pembelajaran. Pemanfaatan multimedia interaktif dirasa sangat tepat untuk dapat mengoptimalkan proses maupun hasil belajar siswa. Penggunaan media secara tepat dan bervariasi dapat mengatasi kejenuhan siswa dalam belajar. Media yang digunakan bukan hanya satu, tetapi lebih dari satu media atau multimedia (teks, grafik, gambar, audio, visual) yang bisa disajikan dalam waktu yang bersamaan (Arsyad, 2014:170). Oleh karena itu, seorang guru dalam merancang perangkat pembelajaran harus memerhatikan keterkaitan antara media yang digunakan dengan materi yang akan dibelajarkan sehingga tujuan dari pembelajaran yang dirumuskan di awal pembelajaran dapat dicapai secara optimal.

Guru perlu memerhatikan beberapa prinsip dalam pemilihan media pembelajaran yang sesuai. Adapun prinsip pemilihan media pembelajaran yang dimaksud, yaitu (1) kesesuaian media dengan tujuan pembelajaran, (2) kesesuaian dengan karakteristik pembelajar, (3) dapat menjadi sumber belajar, (4) efisiensi dan keefektifan pemanfaatan media, (5) keamanan bagi pembelajar, (6) kemampuan media dalam mengembangkan keaktifan dan kreativitas pembelajar, (7) kemampuan media dalam mengembangkan suasana pembelajaran yang menyenangkan, dan (8) kualitas media (Akbar, 2015:117).

Baca Juga :  “PENDIDIKAN SEBAGAI TOLOK UKUR DALAM MENINGKATKAN TARAF HIDUP GENERASI MUDA”

Bermain game merupakan sebuah kegiatan yang sering dilakukan anak-anak sebagai sarana untuk mengisi waktu luang. Kata game sudah tak asing lagi bagi kita semua terutama dikalangan anak-anak zaman sekarang. Kata game berasal dari bahasa Inggris yang berarti permainan. Permainan adalah salah satu jenis kegiatan bermain dimana pemainnya berusaha meraih tujuan dari permainan tersebut dengan melakukan aksi sesuai dengan aturan pada permainan (Adams & Rollings, 2007).

Game yang memiliki konten pendidikan lebih dikenal dengan istilah game edukasi. Game edukasi bertujuan untuk memancing minat belajar anak terhadap materi pembelajaran sambil bermain sehingga dengan perasaan senang diharapkan anak bisa lebih mudah memahami materi pelajaran yang disajikan (Pujiadi, 2014).

Game edukasi merupakan permainan yang dirancang atau dibuat untuk merangsang daya pikir termasuk meningkatkan konsentrasi dan memecahkan masalah (Handriyantini, 2009). Game edukasi dapat menjadi salah satu jenis media yang digunakan untuk memberikan pengajaran, menambah pengetahuan penggunanya melalui suatu media unik dan menarik. Target pengguna untuk aplikasi ini adalah anak-anak. Oleh karena itu tantangan dan kesesuaian antara materi dan kemampuan menjadi faktor yang penting dalam merancang sebuah perminan edukasi.

Penelitian yang dilakukan oleh Melero, dkk. (2014) menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis permainan dapat berdampak positif pada kinerja dan motivasi siswa. Kurniawan, dkk (2014) tentang penggunaan game berbasis android menunjukkan bahwa game dalam bentuk kuis baik digunakan dalam pembelajaran. Bermain game juga bisa meningkatkan kecerdasan kognitif anak seperti kemampuan berhitung, kemampuan mengenal bentuk-bentuk benda. Dengan pemanfaatan game edukasi anak-anak dapat belajar sekaligus bermain. Kerjasama orang tua juga sangat dibutuhkan yaitu dengan membantu anak belajar dari game yang dimainkan oleh anak dan juga mengontrol waktu bermainnya.

Baca Juga :  Pembelajaran MIPA Era Globalisasi

Diharapkan untuk game yang dimuat dalam multimedia interaktif dibuat lebih menarik dan menantang agar siswa semakin tertarik untuk menguasai materi agar dapat menyelesaiakan permainan. Seperti yang kita ketahui, dewasa ini banyak game yang bermunculan yang kontennya tidak sesuai dengan perkembangan anak. Oleh karena itu, diharapkan dunia pendidikan dapat menciptakan game edukasi yang tidak kalah canggih dengan game-game yang ada sebelumnya sehingga dapat memberikan dampak dan nilai positif yang membuat kegiatan belajar siswa menjadi lebih bermakna.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *