Khafifah Riska (Mahasiswi S1 PGSD Unismuh Makassar)

Pendidikan merupakan usaha yang dilakukan oleh manusia untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya, yang berlangsung sepanjang hayat. Di indonesia, dalam undang-undang no. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pasal 3 dijelaskan bahwa pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, madiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Dalam hal tersebut tampak bahwa pendidikan bukan sekedar berfungsi sebagai media untuk mengembangkan kemampuan semata, melainkan juga berfungsi untuk membentuk karakter peradaban bangsa yang bermartabat. Karakter yang dimiliki oleh generasi muda merupakan aspek penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, karena karakter yang baik dapat menentukan kemajuan suatu bangsa.

Dalam lembaga pendidikan, guru menerapkan nilai pendidikan karakter  melalui kegiatan  maupun mata pelajara disekolah. Thomas lickona mendefinisikan pendidikan karakter sebagai upaya yang dirancang secara sengaja untuk memperbaiki karakter para siswa.

Menurut suyanto, pendidikan karakter adalah cara berfikir dan berprilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingkup keluarga , masyarakat, bangsa, maupun negara. Kemudian adapun menurut kertajaya, pendidikan karakter adalah ciri khas yang dimiliki oleh suatu benda atau individu.

Tujuan pendidikan berkarakter adalah membentuk bangsa yang tangguh berakhlak mulia, bermoral, bertoleransi, bekerja sama atau bergotong royong. Pendidikan karakter juga membentuk sebuah bangsa yang mempunyai jiwa patriotik, suka bekerja sama, berkembang dengan dinamis, berorientasi dengan iptek serta beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa.

Baca Juga :  PEMBELAJARAN MULTILITERASI SOSIAL SEBAGAI SARANA PEMBENTUK KARAKTER ANAK DIDIK

Fungsi pendidikan karakter adalah untuk mengembangkan potensi dasar seorang anak agar behati baik, berprilaku baik, serta berpikiran yang  baik. Dengan fungsi besarnya untuk memperkuat serta membangun perilaku anak bangsa yang multikultur. Meningkatkan peradaban manusia dan bangsa yang baik didalam pergaulan indonesia.

Dalam era moderen ini dengan adanya kemajuan teknologi yang pesat, karakter siswa menjadi turun akibat melemahnya nilai pendidikan karakter dalam diri siswa. Karakter yang santun, berbudi pekerti, ramah dan gotong royong pelan-pelan mulai menurun. Maka dari itu, nilai pendidikan karakter harus diterapkan dan dikembangkan agar dapat menciptakan generasi yang berkualitas dan berkarakter baik.

Dalam suatu pendidikan di sekolah, pendidik juga menekankan adanya kedisiplinan yang harus ditaati oleh para siswa disekolah maupun di luar sekolah. Seseorang yang mempunyai karakter baik tentunya selalu mendisiplinkan dirinya sesuai dengan peraturan yang sudah ditetapkan. Meskipun sekolah sudah menekankan adanya kedisiplinan yang harus ditaati oleh siswa, namun dalam kenyataannya masih ada beberapa siswa yang kurang disiplin.

Pada saat ini mengapa masih banyak sekali orang tua merasa bahwa pendidikan itu adalah tanggung jawab guru dan sekolah? Nah tentu saja ini adalah tidak benar, mengapa? Karena orang tua adalah guru pertama untuk anak. Bukan hanya guru saja akan tetapi orang tua juga harus lebih berpartisipasi dalam pendidikan anak. Alanghkah majunya indonesia jika lebih banyak orang tua lebih seperti guru dan lebih banyak guru seperti orang tua.

Pendidikan masa kini yaitu pendidikan yang mempunyai dampak terbesar terhadap manusia. Pendidikan karakter dan kemampuan kognitif tidak bisa dipisahkan. Jika anak dibentuk pada sikap yang baik, dispilin, etika yang baik dan kemampuan kerukunan sesama murid dan guru dia bisa mempelajari semua hal dimasa depannya.

Baca Juga :  PEMANFAATAN MEDIA DIGITAL BOOK DALAM MENGUBAH PARADIGMA BELAJAR ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0

Pendidikan karakter yang diterapkan di sekolah mengacu pada 18 nilai karakter yang meliputi, religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial dan tanggung jawab.

Jika nilai pendidikan karakter yang diterapkan dan dikembangkan disekolah dapat berhasil, maka siswa akan mempunyai karakter yang baik sehingga siswa akan lebih menekankan disiplin pada dirinya. Selain itu, kesuksesan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh pengetahuan dan keterampilan teknis, melainkan juga oleh karakter yang dimiliki. Orang yang memiliki karakter yang baik pasti akan menerapkan kedisiplinan pada dirinya. Pendidikan karakter sangat berkaitan erat dengan kedisiplinan karena itu adalah salah satu kunci keberhasilan individu.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *