BANDUNG–Dua Mahasiswa asal Sulawesi Selatan berhasil memperoleh gelar Doktor dan gelar Magister Pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Muh. Khaedir Lutfi, S.Pd., Gr. M.Pd. berhasil memperoleh gelarnya dengan mengangkat judul tesis Desain Didaktis Materi Bangun Ruang Sisi Datar Berbantuan Media E-Learning untuk Mengembangkan Kemampuan Spasial Siswa Di Era New Normal. Sedangkan Dr. Muh. Takdir, S.Pd., M.Pd yang mengambil jurusan S3 Administrasi Pendidikan dan merupakan  alumni Pondok Pesentren Baitul Arqam Balebo, Masamba, Luwu Utara, berhasil meraih gelar doktor setelah meneliti sistem nilai kearifan lokal dalam manajemen sekolah di SMP Negeri 2 dan 5 Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (13/10/2020)

Makan bersama menjadi agenda rutin ketika ada anggota Komunitas La Macca yang telah memperoleh gelar

Dr. Muh. Takdir, S.Pd., M.Pd yang merupakan dosen Tetap STKIP Muhammadiyah Bogor, mengatakan penelitiannya ini berhasil melahirkan model baru dalam penguatan mutu yang dinamai sistem the Fate Value Sistem. Kata Fate ini merupakan akronim dari Facility, Awareness, Technology, dan Environment. Yang berarti penguatan implementasi sistem nilai kearifan lokal di sekolah mesti didukung dengan ketersediaan fasilitas yang memadai (Facility). Selain itu, istilah dari kata fate di derivasi dari nama penulis sendiri yang dalam bahasa Inggris bermakna ‘takdir’.

Dr. Muh. Takdir, S.Pd., M.Pd dan Muh. Khaedir Lutfi, S.Pd., Gr. M.Pd.

Kedua wisudawan tersebut juga merupakan anggota dari komunitas LA MACCA UPI (Ikatan Mahasiswa Sulsel). Mahasiswa yang tergabung dalam dari komunitas LA MACCA UPI (Ikatan Mahasiswa Sulsel) merasa tidak pernah berjuang sendiri dalam menyelsaikan studi, mereka saling memberi motivasi untuk terus berjuang sampai memperoleh gelar. La Macca yang juga memiliki slogan “ Lao Sappa Deceng, Lisu Mappadeceng’ yang memiliki makna pergi untuk mencari kebaikan, setelah itu kembali untuk menyebarkan kebaikan akan menjadi motivasi tersendiri para anak rantau dari Sulawesi Selatan untuk tidak terlena dalam situasi apapun sehingga segera kembali untuk membangun kampung halaman

Baca Juga :  Repetisi dalam Tulisan: Bagaimana Mengatasinya?

By Muhammad Erwinto Imran

Ketua Indonesia Approach Education

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *